Thursday, June 18, 2009

Sungai Cetek

Kubiarkan sungai cetek itu mengalir ke ulu (bukan ke kuala)
di atas meja makan kami malam itu. Aku memerhatikan
sampah berapungan, dan patutlah ikan-ikan telah mati.

“Mi, kau buat apa di meja makan tak bercakap sepatah kata
selama tiga jam?” kedengaran suara dari angin lalu.

Perlukah aku menjawabnya? Aku jawablah juga walaupun aku
bukanlah pemikir budaya (buaya?) sebagaimana yang kau sindirkan
: “aku pemancing tenggiri dan terubuk di Laut Sulu, bukan
penjala belanak di muara sungai cetek.”



















(Nota: Sebelum ke Laut Sulu, aku singgah di KK, jumpa Tun Sakaran)

1 comment:

solitary said...

berjalan saja kerjanya ya...mesti kaya pengalaman tu...