Friday, September 4, 2009

Anak Laut.

Sajak ini saya tulis sewaktu masih belajar di Sekolah Menengah Melor, Kota Bharu. Dan saya pun cuba-cubalah ke laut.










Anak Laut
Rahimidin Zahari

Segar angin kuat
mengembalikan rindunya pada kolek
bagai buih kecil terapung di air
menjaring sedikit rezeki
dari sisik ikan
kulit ketam

kepala sotong dan
kaki udang yang bersimpati.

Seperti kolek terdampar di pasir
menampakkan urat jalur-jalur tua
anak laut itu sudah dapat menerka
langkahnya hampir tiba
pada muara Pencipta.

(Sajak ‘Anak Laut’ yang menjadi judul untuk teks KOMSAS tingkatan 4 sejak tahun 2000. Catatan dan terjemahan Inggeris ini di bawah ini saya petik dari blog penulis yang menamakan dirinya sebagai SJOVN)

I love Malay poems, especially picturesque ones. This is one of my favourites, 'Anak Laut' (Son of the Sea) taken from an Antology of Malay Literature textbook from my secondary school days. I've attempted a decent enough translation, but like most poems, the beauty is still wholly contained in the original.

Son of the Sea

The fresh strong wind
restored his longing for the boat
like small bubbles floating on the water
netting in a little catch
and sympathetic fish scales
crab shells
cuttlefish heads and
prawn legs.

Like a boat left stranded on the sand
showing the lines of age
the son of the sea has already sensed
his steps are getting nearer
to the estuary of his Creator.

5 comments:

Shah said...

Salam tuan, gambar yang betul-betul nostalgia.

Rusdi Abd Rahman said...

Tuan,
Saya hampir setiap hari berkunjung ke blog Perjalanan Salik ini setelah berkenal rapat dengan tuan di Gunung Ledang. Menariknya tuan paparkan banyak nostalgia diri dan paparkan juga buku-buku lama dalam simpanan tuan, sesuatu kelainan yang bermutu.
Bagaimana dengan nama pelakon, pengarah, pemuzik dan petugas untuk pementasan monodrama REBAB BERBISIK dan teater mini 15 minit BIDAN KETUJUH yang akan dipentaskan di Melaka pada 3 - 4 Oktober 2009 nanti? Bolehlah tuan kirimkan penuh nama dan alamat melalui faks ya...
Terima kasih.

Hazwan Ariff Hakimi said...

Salam perkenalan, tuan.

Puisi yang membangkitkan rasa ingin kembali menjadi anak laut.

Salam Ramadan 1430H.

Luqman Hakim QA said...

garang demo dulu-dulu

Rahimidin Z said...

Shah,
itu je yang ada.

Tuan Rusdi,
terima kasih. tentang produksi itu akan saya selesaikan dalam waktu yang terdekat.

Hazwan,
tk dan selamat beramal ibadat.

Luq,
itu gambar kawe yang paling berjurus. tak garang sikit pun.